5 Gejala Kurang Tidur yang Seharusnya Tidak Kamu Biarkan

  • Nusaresearch
  • 10-02-2020
  • 89
  • Nilai: 0

 

Jakarta Dalam masyarakat kita yang selalu aktif, ada godaan besar dan tekanan untuk mengurangi tidur. Bahkan, ada kesalahpahaman yang nyata bahwa kurang tidur adalah prestasi heroik, indikasi kesombongan tentang seberapa keras telah bekerja, sedikitnya waktu tidur yang dibutuhkan, dan seberapa sibuknya kamu.

 

Tidur bukan hanya hadiah yang menyenangkan setelah hari yang panjang. Tidur yang cukup adalah pendorong yang sangat vital bagi setiap sistem fisiologis dalam tubuh manusia. Ketika kurang tidur, kesehatan dan kesejahteraan kita dapat terganggu dalam berbagai cara.

 

Hal ini dapat mempengaruhi mental, fisik, dan emosional. Ada banyak tanda-tanda kurang tidur yang jelas dan umum, seperti menguap berlebihan atau memiliki kelopak mata yang berat.

 

Profesor dan direktur UC Berkeley's Sleep and Neuroimaging Lab, Matthew Walker, PhD, menjelaskan bahwa tidur hanya enam jam selama 10 hari dapat membuat kamu seburuk seseorang yang terjaga selama 24 jam berturut-turut.

 

Untuk menghindari masalah kesehatan jangka panjang dan meningkatkan produktivitas dalam kehidupan sehari-hari, berikut gejala-gejala umum kurang tidur yang tidak boleh kamu biarkan, dilansir dari realsimple.com.

 

Kamu merasa sangat murung

 

Tidur dan kesehatan merupakan hal yang saling berhubungan. Menurut statistik dari Harvard Medical School, pasien dengan kecemasan dan depresi lebih mungkin melaporkan insomnia kronis. Bahkan, kurang tidur dalam jangka yang pendek dapat secara negatif mempengaruhi suasana hati, pandangan, dan kualitas hubungan.

 

"Jika kurang tidur, kamu lebih rentan marah dan merasa stres," ujar Lauren Hale, PhD, profesor dalam program kesehatan masyarakat di Stonybrook University.

 

Kurang tidur dan stres juga dapat menciptakan siklus yang buruk. Menurutnya, kecemasan membuat kita lebih sulit untuk tertidur. Kurang tidur juga dapat membuat kita lebih peka terhadap tekanan kehidupan sehari-hari.

 

Produktivitas dan kinerja menurun

 

Kurang tidur secara kronis dapat mempengaruhi kemampuan kita secara negatif untuk bernalar, fokus, dan menemukan kata-kata yang tepat untuk menggambarkan hal-hal sederhana. Seringkali kamu percaya bahwa sangat penting untuk begadang menyelesaikan proyek kerja atau mempersiapkan presentasi tetapi berhenti bekerja pada waktunya untuk beristirahat dan tidur nyenyak adalah cara terbaik untuk meningkatkan produktivitas dan kinerja secara keseluruhan.

 

Robert Stickgold, PhD, direktur Center for Sleep and Cognition di Harvard Medical School telah menemukan bahwa tidur malam dan bermimpi dapat mengkonsolidasi memori dan kreativitas yang lebih besar. Stickgold juga menunjukkan bahwa tidur siang mungkin berguna untuk pemrosesan memori seperti tidur semalaman.

 

Nafsu makan meningkat dan berat badan bertambah

 

Kembali pada tahun 2004, sebuah penelitian Wisconsin Sleep Cohort menunjukkan bahwa orang yang tidur kurang dari enam jam setiap malam lebih cenderung kelebihan berat badan. Kelompok ini menunjukkan penurunan kadar hormon leptin penekan nafsu makan bersama dengan peningkatan kadar hormon ghrelin yang menstimulasi rasa lapar.

 

Ketika lelah, kita cenderung lebih banyak mengkonsumsi makanan ringan. Baru-baru ini, para peneliti telah mengidentifikasi hubungan yang kuat antara kurang tidur dan peningkatan risiko terkena diabetes tipe 2 dan obesitas. Ini mendorong jurnal medis Lancet untuk berargumen bahwa mengingat "gaya hidup 24/7 masyarakat modern" dokter di mana-mana harus bekerja lebih keras memotivasi pasien mereka untuk menikmati tidur yang cukup sebagai cara untuk mencegah juga mengobati obesitas dan diabetes.

 

Mengalami gejala fisik  

 

Mata memerah, bengkak, lingkaran bawah mata yang menggelap, dan sudut mulut yang mengecil semua mudah diidentifikasi pada orang yang kurang tidur. "Orang biasanya bisa tahu apakah kamu mengalami malam yang sulit. Bahkan, sedikit kurang tidur dapat mempengaruhi penampilan kamu," ujar Lauren Hale.

 

Mengantuk di siang hari  

 

Ini adalah salah satu tanda kurang tidur yang mungkin tampak cukup jelas. Gejalanya bisa lebih halus, seperti menguap setiap lima menit. Rasa kantuk di siang hari lebih dari sekadar gangguan tetapi itu juga merupakan masalah kesehatan masyarakat yang utama. 

 

Sebagian besar orang dewasa memerlukan tujuh hingga sembilan jam untuk tidur. “Apakah kamu menonton TV atau bermain media sosial sebelum tidur? Hal ini dapat meningkatkan kewaspadaan dan membuatmu susah untuk tidur. Jadi, matikanlah ponselmu sebelum tidur, ” ujar Hale.

 

Cobalah membaca, menulis jurnal, melakukan peregangan, atau bermeditasi untuk membantu pikiran dan tubuh rileks dan mengantuk.

 

Itulah beberapa gejala kurang tidur yang tidak boleh kamu biarkan. Ketahui lebih dini, Sahabat Fimela. Bisa jadi gejala-gejala ini terjadi padamu.

 

sumber: fimela.com

If you feel interesting, Please share it

  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Google+

Permitaaan laporan untuk kita