5 Fakta Seputar Jamur Enoki yang Dikabarkan Mengandung Bakteri Listeria

  • Nusaresearch
  • 26-06-2020
  • 264
  • Nilai: 0

Baru-baru ini, ramai berita soal jamur enoki yang dikabarkan menyebabkan penyakit listeria di beberapa negara. Ya Moms, dilansir Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS atau Centers for Disease Control and Prevention (CDC), pada 18 Maret 2020, Kementerian Keamanan Pangan dan Obat-obatan Korea menerbitkan temuan investigasi dan langkah-langkah yang akan diambil untuk mencegah penyakit di masa depan. Mereka lalu menemukan Listeria monocytogenes pada jamur enoki yang diproduksi oleh dua perusahaan di Korea Selatan.

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika (FDA) juga menyelidiki penyebaran infeksi Listeria monocytogenes pada jamur enoki. Bukti epidemiologis dan laboratorium menunjukkan bahwa jamur enoki yang dipasok oleh Green Co LTD, dari Korea Selatan ini kemungkinan merupakan sumber wabah di beberapa negara.

Nah Moms, untuk mengetahui perkembangan berita seputar jamur enoki, berikut beberapa fakta yang perlu Anda ketahui agar lebih waspada dalam berbelanja atau mengkonsumsinya:

1. Pemerintah Indonesia musnahkan jamur enoki dari Korea Selatan
Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Ketahanan Pangan ternyata juga telah memerintahkan pada importir untuk melakukan penarikan dan pemusnahan produk jamur enoki dari Green Co LTD asal Korea Selatan.

Hal itu mengingat adanya informasi dari International Food Safety Athority Network (INFOSAN)--jaringan otoritas keamanan pangan international di bawah WHO, terkait kejadian luar biasa pada Maret-April 2020 di Amerika Serikat, Kanada, Australia, akibat mengonsumsi jamur enoki asal Korea Selatan yang tercemar bakteri Listeria monocytogenes.

"Pemusnahan dilakukan pada tanggal 22 Mei 2020 dan 19 Juni 2020 di PT Siklus Mutiara Nusantara, Bekasi, yang dihadiri oleh perwakilan dari pelaku usaha dan BKP, sejumlah 1.633 karton dengan berat 8.165 kg," kata Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementan, Agung Hendriadi, Kamis (25/6). 

2. Belum ada kejadian luar biasa akibat keracunan jamur enoki di Indonesia
Menurut Badan Ketahanan Pangan (BKP), Kementan, sampai hari ini, Kamis (25/6), belum ada kejadian luar biasa akibat keracunan jamur enoki. Meski begitu, pihaknya telah melakukan investigasi dan pengambilan sampel terhadap produk jamur enoki asal Korea Selatan itu. Pada 21 April 2020 hingga 26 Mei 2020, BKP Kementan juga telah meminta importir agar tidak mengedarkan jamur, sampai investigasi selesai.

3. Penelitian di Indonesia buktikan jamur enoki asal Korea Selatan mengandung bakteri
Berdasarkan hasil penelitian di laboratorium PT Saraswati Indo Greentech, sebanyak 5 lot jamur enoki dari Green Co LTD asal Korea Selatan terdeteksi mengandung bakteri Listeria monocytogenes melewati ambang batas dengan kisaran 1,0 x 104 hingga 7,2 x 104 colony/gram.

Oleh karena itu BKP meminta Badan Karantina Pertanian melakukan peningkatan pengawasan keamanan pangan jamur enoki asal Korsel. Selain itu, BKP juga meminta importir jamur enoki agar mendaftarkan produknya ke Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Pusat (OKKPP).

Kepada importir, BKP meminta untuk memisahkan jamur enoki yang diimpor dari Green Co Ltd dan mengembalikan kepada distributor untuk ditangani lebih lanjut. Importir juga diminta untuk menerapkan langkah sanitasi demi mencegah kontaminasi silang, serta melakukan pengujian laboratorium jika diperlukan.

4. Mengenal bakteri Listeria monocytogenes
Moms, perlu diketahui bahwa Listeria monocytogenes adalah bakteri yang biasanya ditemukan dalam makanan. Bakteri ini bisa menimbulkan penyakit yang disebut listeriosis. Penyakit listeriosis bertanggung jawab atas sekitar 1.600 penyakit dan 260 kematian di Amerika Serikat setiap tahunnya, melebihi tingkat kematian akibat Salmonella dan Clostridium botulinum.

Menurut laporan terakhir CDC pada 9 Juni 2020, 36 orang yang terinfeksi listeria dai jamur enoki asal Korsel dilaporkan ada di 17 negara. Dari jumlah itu, 31 orang yang terinfeksi harus menjalani rawat inap, 4 kematian dilaporkan di California, Hawaii, dan New Jersey. Sementara, 6 kasus berhubungan dengan wanita hamil, dengan dua di antaranya mengakibatkan keguguran.

Bakteri listeria mampu bertahan hidup dalam suhu dingin dan dapat dengan mudah menyebar ke makanan dan permukaan. Untuk mencegah terjadinya hal yang tidak diinginkan, ada baiknya membersihkan tempat makan atau lemari es tempat menyimpan jamur enoki menggunakan cairan antiseptik agar bakteri yang mungkin bersemayam dapat hilang dengan seutuhnya, Moms.

5. Bahaya bila terinfeksi bakteri Listeria monocytogenes
Infeksi listeria bisa menjadi sangat berbahaya pada kelompok rentan, seperti orang lanjut usia, ibu hamil, anak-anak, dan orang dengan kekebalan tubuh lemah. Ya Moms, bila terinfeksi bakteri ini, gejala yang ditimbulkan bisa beragam, tergantung kondisi tubuh orang tersebut. 

Pada ibu hamil, mereka biasanya hanya mengalami demam dan gejala mirip flu, seperti kelelahan dan nyeri otot. Namun, infeksi selama kehamilan bisa menyebabkan keguguran, bayi mati saat dilahirkan, kelahiran prematur, atau infeksi yang mengancam kehidupan bayi.  

Sedangkan pada orang biasa, gejalanya biasanya meliputi sakit kepala, leher kaku, kebingungan, kehilangan keseimbangan, demam dan nyeri otot, serta kejang-kejang. Masa inkubasi biasanya dimulai 1 hingga 4 minggu setelah orang mengonsumsi makanan yang terkontaminasi bakteri listeria.


Nah Moms, yuk, kita lebih berhati-hati dalam membeli bahan makanan bagi keluarga. Untuk sementara waktu, ada baiknya kita tidak membeli jamur enoki asal Korea Selatan atau pilih saja jenis jamur lain yang dibudidayakan di dalam negeri.

sumber: kumparan.com

 

 

 

If you feel interesting, Please share it

  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Google+

Permitaaan laporan untuk kita