Massa Berkumpul saat Penutupan McD Sarinah, Pengelola Dapat Teguran Keras

  • Nusaresearch
  • 11-05-2020
  • 595
  • Nilai: 0

Puluhan orang berkumpul di depan McDonald's Sarinah. Kedatangan mereka untuk menyaksikan momen terakhir restoran cepat saji yang dikenal dengan nama McD Sarinah tersebut.

McD Sarinah pamit pada Minggu (10/5) pukul 22.00 WIB. Penutupan gerai mereka merupakan imbas dari rencana renovasi Plaza Sarinah.

Berkumpulnya massa tersebut berbuah teguran dari Satpol PP DKI. Kasatpol PP DKI Arifin mengatakan jajarannya dibantu TNI telah membubarkan massa setelah mendapatkan informasi terkait keramaian tersebut.

"Satpol PP Kecamatan Menteng telah mendapatkan informasi adanya kegiatan semacam closing atau penutupan tempat usaha McD, mereka mengadakan semacam acara penutupan di sana, closing di sana. Ya ada keramaian di sana, anggota saya yang datang ke sana dan anggota saya yang membubarkan jam 10 malam," kata Arifin, Senin (11/5).

Dalam video yang diberikan Arifin puluhan orang berbaris di depan restoran cepat saji tersebut. Di sana juga tampak anggota Satpol PP yang berjaga. Anggota tersebut mengatakan massa sudah diperingatkan dan diminta membubarkan diri, namun imbauan itu tidak diindahkan.

"Jadi kalau kami karena tidak tahu, tapi setelah adanya informasi dan ada patroli gabungan tiga pilar yang melintas ke depan Jalan Thamrin, ada Sarinah di situ, ada kegiatan ramai-ramai kita bubarkan dalam hitungan setengah jam mereka baru bisa kita bubarkan," kata Arifin.

Pembubaran tersebut bukan tanpa sebab. Berkumpulnya orang dalam jumlah banyak melanggar ketentuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diterapkan di Jakarta. Massa juga rentan tertular virus corona.

Arifin mengatakan setelah massa dibubarkan, pihak Satpol PP meminta keterangan kepada manajemen McD. Menurut mereka massa datang tanpa diundang. Pihak McD sendiri tidak pernah merencanakan membuat acara penutupan hingga menimbulkan kerumunan massa. Meski begitu manajemen McD tetap diberikan teguran keras.

"Semalam saya juga langsung ke lokasi menegur daripada penanggung jawab kegiatan di sana jadi saya sudah tegur tidak ada lagi kegiatan-kegiatan berkerumun, berkumpul yang sudah ditetapkan dalam Pergub nomor 33 mengenai PSBB, tidak ada lagi mau kegiatan penutupan, seremoni segala macam itu tidak boleh. Apalagi menimbulkan orang pada berkumpul," kata Arifin.

Arifin berharap tidak ada lagi acara serupa di wilayah Jakarta. Ia meminta agar masyarakat mematuhi aturan PSBB yang saat ini diterapkan di Jakarta supaya bisa memutus rantai penularan virus corona.

"Kami tegur keras bahwa kegiatan-kegiatan semacam ini tidak boleh lagi ada selama masa PSBB. Tolong hormati, patuhi, kita disiplin dengan apa yang sudah ditetapkan supaya PSBB ini tujuannya untuk memutus mata rantai COVID-19, kalau kumpul-kumpul itu mala rawan sehingga bisa menimbulkan penularan satu sama lain. Ini lebih membahayakan," kata Arifin.

sumber: kumparan.com

If you feel interesting, Please share it

  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Google+

Permitaaan laporan untuk kita