Kerugian Ekonomi Jakarta Akibat Banjir Capai Puluhan Miliar

  • Nusaresearch
  • 18-01-2013
  • 1169
  • Nilai: 0
 Liputan6.com, Jakarta : Nilai kerugian ekonomi DKI Jakarta diperkirakan mencapai puluhan miliar akibat bencana banjir yang melanda wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI, Sarman Simanjorang, mengaku sulit memprediksi secara pasti nilai kerugian ekonomi Jakarta tapi bisa dihitung secara gambaran kasar.

"Saya ambil contoh di kawasan industri Pulogadung yang terkena banjir setinggi 40 sentimeter sampai 1 meter dan praktis 300 pabrik berhenti dan 60 ribu tenaga kerja tidak bekerja. Nilai kerugian mencapai 1,5 miliar sampai 2 miliar per hari per perusahaan di kawasan Pulogadung tersebut," ujar dia, Jumat (17/1/2013).

Itu, lanjut dia, hanya pada satu kawasan industri saja. Adapula kerugian transaksi perdagangan sebesar Rp 1 miliar sampai Rp 1,5 miliar per jam di pusat perdagangan seperti Mangga Dua dan Tenabang. 

Pantauan Liputan6.com, sentra perdagangan di kawasan Tenabang pada Kamis (18/1/2013) kemarin, memperlihatkan aktivitas perdagangan tak berjalan normal seperti biasanya. Selain itu banyak pedagang yang tidak membuka tokonya.

Dia menuturkan nilai kerugian juga terkait dengan alur distribusi barang yang stagnan. Arus logistrik perusahaan ke atau dari pelabuhan juga menjadi terganggu. 

"Lihat saja, operasional kantor tidak jalan atau stagnan dan saya rasa hampir seluruh perusahaan dan transkasi bisnis tidak jalan, itu baru ekonomi," lanjut Sarman.

Dia memperkirakan kerusakan infrastruktur ikut menyumbang nilai kerugian menjadi besar. Padahal sarana infrastruktur tersebut baru melalui proses pembangunan pada akhir tahun lalu. 

Dia pun meminta pemerintah pusat dan daerah saling bahu membahu mengambil langkah-langkah agar perekonomian DKI Jakarta kembali normal. 

"Pemerintah tidak bisa santai karena Jakarta merupakan pusat ibu kota, investasi, pariwisata dan perdagangan," tandas dia. (Nur/Igw)

SUMBER: liputan6.com

If you feel interesting, Please share it

  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Google+

Laporan lainnya

Tag

Related Report

Permitaaan laporan untuk kita