Banjir pun Berpengaruh Negatif pada Rupiah

  • Nusaresearch
  • 18-01-2013
  • 1010
  • Nilai: 0
 JAKARTA, KOMPAS.com- Banjir di Jakarta dan sejumlah daerah di Tanah Air tidak saja merepotkan dan membawa kesedihan masyarakat. Bagi perekonomian, banjir juga dapat membawa konsekuensi meningkatnya inflasi.

Hal itu semakin menambah tekanan atas nilai tukar rupiah di awal tahun ini. Nilai tukar rupiah ditutup menguat di level Rp 9.649,50 per dollar AS dari saat dibuka di level Rp 9.680 per dollar AS. Rupiah bergerak di kisaran Rp 9.650-9.720 per dollar AS (berdasar pengamatan data di Reuters) sepanjang perdagangan.

Menurut riset BNI Treasury, banjir yang melanda Jakarta kemarin membuat perdagangan di pasar keuangan cenderung sepi di mana terlihat baik di bursa saham (ditutup di zona merah) maupun pasar valuta asing.

Rilis data pengajuan jaminan sosial (jobless claim) di AS semalam di mana lebih baik dari sebelumnya diharapkan akan berdampak positif terhadap nilai tukar rupiah pagi ini.

Namun, hari ini rupiah tetap berpotensi bergerak dengan kecenderungan konsolidasi melemah. Non Delivery Forward satu bulan di pasar offshore pagi ini rupiah dibuka naik di level Rp 9.871-9.881 per dollar AS, sehingga diharapkan akan berdampak positif terhadap berkurangnya tekanan bagi rupiah di pasar onshore pagi ini.

Menteri Keuangan Agus D Martowardojo mengingatkan bahwa musibah banjir berpeluang menaikkan tingkat inflasi dalam negeri. Hal ini pun hingga berpotensi memberi sentimen negatif atas rupiah di akhir pekan ini. Bank Indonesia pun diproyeksikan masih akan terus mengawal pergerakan nilai tukar rupiah.

  
Editor :
Marcus Suprihadi
 
 
SUMBER: kompas.com

If you feel interesting, Please share it

  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Google+

Laporan lainnya

Tag

Related Report

Permitaaan laporan untuk kita